Dalam dunia renang kompetitif, setiap milidetik sangatlah berharga. Seringkali, pemenang sebuah perlombaan tidak ditentukan oleh seberapa kuat mereka mengayuh, melainkan seberapa efisien mereka meluncur setelah melakukan loncatan atau pembalikan dinding (turn). Posisi tubuh yang paling krusial untuk mencapai efisiensi ini dikenal sebagai Teknik Streamline. Secara teknis, posisi ini melibatkan penempatan tangan yang saling bertumpuk di atas kepala, lengan yang menempel erat pada telinga, dan seluruh tubuh yang ditarik lurus hingga ke ujung jari kaki. Memahami prinsip ini memerlukan pemahaman tentang hukum fisik yang bekerja di dalam air.
Kunci dari efektivitas posisi ini terletak pada fisika di balik hambatan air. Air memiliki massa jenis yang jauh lebih tinggi daripada udara, sehingga menciptakan gaya hambat (drag) yang besar pada benda apa pun yang bergerak di dalamnya. Ada dua jenis hambatan utama yang dihadapi perenang: hambatan permukaan dan hambatan bentuk. Teknik streamline bertujuan untuk meminimalisir hambatan bentuk dengan cara mengecilkan luas permukaan tubuh yang berhadapan langsung dengan arah aliran air. Dengan membuat tubuh menjadi se-aerodinamis mungkin (atau dalam hal ini, hidrodinamis), perenang dapat mempertahankan kecepatan yang dihasilkan dari dorongan kaki di dinding untuk waktu yang lebih lama.
Saat seorang perenang berada dalam posisi streamline yang sempurna, ia akan menciptakan lubang kecil di air yang kemudian diikuti oleh seluruh bagian tubuhnya tanpa menciptakan turbulensi yang berarti. Jika tangan tidak bertumpuk atau siku tidak rapat, air akan menghantam celah tersebut dan menciptakan pusaran kecil yang bertindak sebagai “jangkar” yang menarik kecepatan perenang ke bawah. Inilah cara meluncur tercepat yang bisa dilakukan manusia di dalam air. Penelitian biomekanik menunjukkan bahwa kecepatan meluncur dalam posisi streamline jauh lebih tinggi daripada kecepatan maksimal yang bisa dicapai saat melakukan gerakan tangan gaya bebas sekalipun.
Penerapan teknik ini tidak hanya terbatas pada saat meluncur saja. Prinsip streamline harus tetap dijaga selama perenang melakukan gerakan lengan dan kaki. Setiap kali perenang mengambil napas atau memutar bahu, ada kecenderungan tubuh untuk keluar dari garis lurus yang ideal. Perenang yang hebat adalah mereka yang mampu kembali ke posisi sejajar secepat mungkin setelah melakukan gerakan yang menghasilkan tenaga. Kekuatan otot inti (core) sangat menentukan di sini; tanpa otot perut dan punggung yang kuat, tubuh akan menekuk di bagian pinggang, yang secara otomatis akan meningkatkan luas permukaan dan menghancurkan momentum luncuran.