Ketangguhan para perenang asal Banjar dalam menjaga stamina di lintasan panjang selalu menjadi topik pembicaraan yang menarik di berbagai ajang kompetisi. Banyak orang bertanya-tanya tentang Rahasia Napas Panjang yang mereka miliki, yang memungkinkan mereka melakukan sprint di akhir perlombaan tanpa terlihat kehabisan tenaga. Ternyata, kunci utama dari kemampuan tersebut tidak hanya didapatkan dari jam terbang di dalam air, melainkan dari sebuah metode latihan pernapasan intensif yang dilakukan di darat. Para pelatih di Banjar mengembangkan sistem pelatihan yang berfokus pada penguatan diafragma dan peningkatan kapasitas vital paru-paru melalui teknik-teknik khusus yang bisa dilakukan kapan saja dan di mana saja.
Salah satu fokus utama dari metode ini adalah latihan paru-paru yang menggunakan teknik hambatan udara. Atlet di Banjar seringkali berlatih pernapasan dengan alat bantu sederhana atau dengan mengatur celah bibir untuk membatasi aliran udara yang masuk dan keluar. Hal ini memaksa otot-otot pernapasan, terutama diafragma dan otot interkostal, untuk bekerja lebih keras. Dengan melatih otot-otot ini secara rutin, tubuh menjadi lebih efisien dalam melakukan pertukaran oksigen. Hasilnya, saat berada di dalam kolam renang yang sesungguhnya, paru-paru perenang tersebut mampu menampung oksigen dalam jumlah yang lebih besar dan mengolahnya menjadi energi dengan lebih efektif.
Keunikan dari metode ala atlet Banjar ini adalah penekanan pada kualitas setiap tarikan napas, bukan pada frekuensinya. Mereka diajarkan untuk melakukan pernapasan perut, bukan pernapasan dada yang dangkal. Pernapasan perut memungkinkan bagian bawah paru-paru, yang kaya akan pembuluh darah, untuk terisi udara secara maksimal. Teknik ini sangat berguna untuk menenangkan sistem saraf sebelum pertandingan dan memastikan pasokan oksigen ke otak tetap stabil dalam kondisi tekanan tinggi. Kedisiplinan dalam melakukan latihan napas ini setiap pagi hari memberikan fondasi fisik yang kuat, bahkan sebelum sang atlet menyentuh permukaan air kolam.
Kelebihan utama dari sistem pelatihan ini adalah kemampuannya dilakukan tanpa masuk kolam renang sedikit pun. Hal ini sangat menguntungkan bagi para atlet saat mereka sedang dalam masa pemulihan atau saat fasilitas kolam tidak tersedia. Latihan pernapasan statis dan dinamis di darat tetap dapat menjaga performa aerobik mereka. Di Banjar, sesi latihan ini sering dipadukan dengan gerakan peregangan yang membuka rongga dada secara maksimal. Dengan meningkatkan fleksibilitas tulang rusuk, paru-paru memiliki ruang yang lebih luas untuk mengembang, yang secara langsung meningkatkan volume tidal pernapasan sang perenang secara signifikan.