Berenang di lintasan yang padat dengan banyak perenang lain di samping kanan dan kiri menyajikan tantangan tersendiri yang sering kali tidak dirasakan saat berlatih sendirian. Gangguan yang paling nyata adalah arus air yang dihasilkan oleh perenang lain, yang sering disebut sebagai gelombang atau turbulensi permukaan. Kemampuan untuk tetap fokus dan Lawan Gelombang ini tanpa merusak ritme kayuhan adalah keterampilan tingkat tinggi yang membedakan perenang berpengalaman. Gelombang air ini bisa sangat mengganggu posisi tubuh, menyebabkan perenang kehilangan keseimbangan atau bahkan kesulitan mengambil napas jika kepala mereka terhantam oleh percikan air dari lintasan sebelah.
Strategi untuk mengatasi masalah ini memerlukan kekuatan fisik dan ketenangan batin. Salah satu Cara yang paling efektif adalah dengan meningkatkan kekuatan tendangan kaki (flutter kick) untuk memberikan stabilitas pada tubuh bagian bawah. Ketika air di sekitar tubuh bergejolak, kaki yang kuat berfungsi sebagai jangkar yang menjaga tubuh tetap berada pada posisi horisontal yang benar. Di wilayah Kalimantan, khususnya dalam komunitas olahraga air di daerah Banjar, para perenang dilatih khusus untuk menghadapi kondisi air yang tidak tenang, baik di kolam kompetisi maupun di perairan terbuka. Mereka diajarkan untuk tidak melawan arus secara frontal dengan kekerasan otot, melainkan “menembus” gelombang tersebut dengan posisi streamline yang lebih tajam.
Kunci utama dalam menghadapi turbulensi ini adalah kemampuan untuk Jaga Tempo kayuhan tangan. Banyak perenang cenderung mempercepat gerakan tangan secara panik saat merasa terganggu oleh gelombang lawan, namun hal ini justru akan merusak efisiensi dan mempercepat kelelahan. Pengendara air yang baik justru akan sedikit meningkatkan tekanan pada tarikan tangan di bawah air agar tubuh tetap melaju stabil. Fokus perenang harus dialihkan dari gangguan eksternal menuju irama pernapasan internal mereka sendiri. Di lintasan perlombaan yang kompetitif, kemampuan untuk tetap berada dalam “zona” sendiri tanpa terpengaruh oleh gerakan agresif di lintasan tetangga adalah kunci kemenangan.
Pelatihan di wilayah Banjar sering kali menyertakan latihan berkelompok dalam satu lintasan yang sama secara sengaja untuk menciptakan kondisi kolam yang bergejolak. Dengan terbiasa berenang di tengah kerumunan dan pusaran air, atlet membangun ketahanan mental yang kuat.