Bakti Akuatik Banjar: Program Edukasi Renang Gratis di Wilayah Rawan Banjir

Wilayah Banjar di Kalimantan Selatan sering kali menghadapi tantangan musiman berupa luapan air sungai yang merendam pemukiman penduduk. Menyadari tingginya risiko keselamatan yang dihadapi masyarakat, muncul sebuah inisiatif sosial bernama Bakti Akuatik Banjar. Program ini dirancang sebagai bentuk pengabdian masyarakat yang fokus pada pemberian keterampilan dasar keselamatan air bagi warga yang tinggal di daerah aliran sungai. Tujuannya sangat jelas, yaitu membekali masyarakat dengan kemampuan bertahan hidup di air agar mereka tidak lagi menjadi korban saat bencana hidrometeorologi melanda wilayah mereka.

Implementasi Program Edukasi ini dilakukan secara masif dengan melibatkan para sukarelawan, pelatih renang profesional, dan instansi terkait. Peserta program tidak dipungut biaya sedikit pun, karena target utamanya adalah keluarga prasejahtera dan anak-anak yang setiap hari berinteraksi dengan lingkungan perairan. Edukasi dimulai dari pengenalan bahaya air, cara mengenali tanda-tanda arus bawah yang kuat, hingga teknik dasar mengapung yang benar. Keterampilan ini sangat mendasar namun sering kali terabaikan, padahal mampu menjadi penentu antara hidup dan mati dalam situasi darurat banjir bandang atau luapan air sungai yang tiba-tiba.

Penyediaan kelas Renang Gratis ini diselenggarakan di fasilitas umum maupun area sungai yang telah dipastikan keamanannya untuk latihan. Instruktur mengajarkan teknik “Water Trappen” atau mengapung di tempat dalam durasi lama dengan tenaga minimal. Teknik ini sangat krusial bagi warga di Wilayah Rawan banjir, karena sering kali bantuan tidak datang seketika saat air mulai naik. Dengan kemampuan mengapung yang baik, warga dapat bertahan lebih lama sambil menunggu evakuasi dari tim penyelamat. Selain itu, anak-anak diajarkan untuk tidak panik dan cara mencari benda-benda di sekitar yang memiliki daya apung tinggi sebagai alat bantu darurat.

Kondisi Banjir yang sering melanda Banjar membuat program ini menjadi kebutuhan mendesak yang berkelanjutan. Edukasi tidak hanya berhenti pada kemampuan teknis berenang, tetapi juga mencakup pertolongan pertama pada korban tenggelam. Warga dewasa dibekali pengetahuan mengenai resusitasi jantung paru (RJP) sederhana dan cara menarik korban dari air tanpa membahayakan diri sendiri. Dengan adanya transfer pengetahuan ini, setiap rukun tetangga di wilayah Banjar diharapkan memiliki setidaknya satu atau dua orang yang cakap dalam penanganan darurat air, sehingga kemandirian masyarakat dalam menghadapi bencana semakin meningkat.